Tidak perlu dipertanyakan lagi, semua sudah tahu betapa sedang
ngetrennya Facebook sekarang ini. Semuanya seperti sedang berlomba-lomba
online 24 jam setiap harinya di situs yang sudah punya 200 juta user di
seluruh dunia ini. Online seharian penuh itu paling banyak digunakan
untuk berkutat di seputar status. Keseruan mendapat sekaligus
memberikan komentar pada status ini, membuat para user-nya sampai begitu
mati-matian mencari segala cara agar tetap bisa online, Semuanya demi
meng-update statusnya setiap saat. Memang sungguh luar biasa kekuatan
dari Facebook ini. Tetapi dari semua kelebihan itu, tidak adakah sisi
negatifnya?
Facebook merupakan situs jejaring sosial. Karena merupakan jejaring
sosial maka user akan terhubung dengan banyak orang lainnya (yang
disebut dengan istilah “teman”) untuk berbagi berbagai macam informasi,
yang tidak jarang bersifat pribadi. Belum lagi statusnya yang bersifat
online, maka sangat mungkin sekali bisa dilihat oleh semua pengguna
internet di seluruh dunia, terutama kalau tidak dibatasi aksesnya.
Penggunaannya yang gratis dan terbuka untuk siapa saja ini, juga membuat
Facebook bisa digunakan untuk hal apapun. Entah itu memang serius untuk
berkomunikasi dengan teman-temannya sampai hal-hal lain yang bisa
merugikan.
Sifat keterbukaan dan keluasan itulah yang memunculkan beberapa efek
negatif di antara begitu banyak kelimpahan keistimewaan dari Facebook.
Sisi negatif tersebut juga sangat bervariasi, mulai dari tingkat ringan
yang efeknya sekedar menjengkelkan sampai dengan tingkat berat yang bisa
menimbulkan kerugian yang lumayan besar. Karena itulah Facebook juga
menyimpan sejumlah resiko kalau kita tidak hati-hati menggunakannya.
I. Beberapa Resiko Dari Facebook :
1. VIRUS
Sebagian besar aplikasi yang ada di Facebook dibuat oleh pihak ketiga,
bukan oleh Facebook sendiri. Karena dibuat oleh pihak lain, maka ada
kemungkinan aplikasi itu bisa membahayakan, apalagi jika bukan dibuat
oleh suatu pihak yang bisa dipercaya. Dengan meng-install suatu aplikasi
maka sama artinya kalau Anda menyetujui aplikasi itu untuk mengakses
isi dari profile Anda dan menggunakannya. Jadi bisa saja semuanya itu
disalahgunakan.
Selain itu yang tak kalah seringnya adalah serangan virus dengan jalan
mengirimkan message palsu. Isi dari pesan itu di antaranya ada yang
menyuruh user men-download suatu program untuk melihat video yang
ditawarkan seperti pada virus Koobface. Begitu dijalankan program itu
akan membuat komputer user terinfeksi dan akan mengirimkan data-data
rahasia yang ada di komputer atau yang diketikkan user. Bentuk serangan
lainnya yaitu mengirimkan pesan agar user mengklik alamat-alamat yang
nantinya akan menampilkan halaman Facebook palsu dengan harapan dapat
mencuri password.
2. PENGELOLAAN DATA
Beberapa kekhawatiran muncul ketika melihat begitu lengkapnya user
mengisikan data-datanya. Di antaranya yaitu pencurian data. Hal ini
pernah dibuktikan oleh 2 mahasiswa MIT yang berhasil men-download 70
ribu profile Facebook yang menggunakan script otomatis untuk proyek
mereka untuk meneliti keamanan Facebook. Data-data ini sempat juga
menjadi sengketa antara user dengan pihak Facebook. Masalah muncul
ketika syarat dan ketentuan dari situs itu mengalami perubahan dengan
hilangnya ketentuan yang mengatakan user dapat menghilangkan apa yang
diisikannya kapanpun.
Dengan ketentuan baru ini berarti jika user menghapus account-nya,
setiap komentar atau pesan yang ditinggalkan pada halaman teman
Facebook-nya tidak ikut hilang. Hal ini sempat menjadi perdebatan
sengit sebelum akhirnya diadakan voting yang membatalkan peraturan baru
itu. Meski pembatalan ini harus dibuktikan lagi kebenarannya.
3. FACEBOOK BEACON
Facebook Beacon diluncurkan 7 November 2007, merupakan inovasi marketing
yang mengizinkan situs itu menampilkan aktivitas user pada profile
Facebook sebagai Social Ads dan mempromosikan produk. Facebook akhirnya
dikritik karena mengumpulkan data user lebih banyak dari yang pertama
mereka katakan saat peluncuran. Facebook akhirnya meminta maaf dan
kemudian mengizinkan user bisa memilih untuk tidak memakai Facebook
Beacon.
4. PRIVASI
Dengan meng-update setiap saat status, ada keuntungan dan kerugiannya.
Keuntungannya kita bisa saling berbagi kabar dengan teman-teman kita
setiap saat. Tetapi itu jugalah yang menimbulkan masalah. Dengan terus
meng-update status kita maka semua “teman” kita akan mengetahui apa yang
sedang kita lakukan dan di mana kita berada. Repotnya “teman” ini
bersifat sangat luas. Bisa berarti benar-benar teman kita yang ingin
kita bagi tentang status kita, bisa juga seseorang yang memang kita
kenal tetapi sebenarnya tidak perlu kita bagi status kita dan teman
hasil add sembarangan untuk sekedar memperbanyak daftar teman kita.
Apabila tidak diset dengan benar maka akibatnya privasi kita bisa
terganggu. Contohnya bila Anda sedang membolos kerja dengan alasan
sakit. Anda pasang status untuk teman-teman Anda, “Asyiknya sedang
jalan-jalan”. Teman Anda mungkin bisa tertawa-tawa lihat status ini,
tapi apa jadinya kalau bos Anda yang sudah jadi teman di Facebook Anda
ikut membacanya?
5. PENYALAHGUNAAN DATA
Dengan adanya data-data pribadi berikut foto-fotonya yang ada di halaman
profile, maka itu semua rawan diambil oleh pihak-pihak lain yang bisa
mengakses profile tersebut. Parahnya lagi semua itu bisa disalahgunakan
untuk membuat suatu situs baru yang berisi data-data pribadi tersebut.
Situs palsu itu seolah-olah dibuat langsung oleh user Facebook yang
datanya dicuri tersebut. Jika niat si pencuri itu jelek maka tentunya
situs itu akan ditambah dengan informasi-informasi untuk
menjelek-jelekkan user yang bersangkutan. Hal semacam ini dikenal dengan
sebutan impersonation yang tentunya sangat merugikan. Belum lagi untuk
mengurus situs ilegal ini juga cukup repot. Untuk meminta penghapusan
situs dan data-data milik kita yang disalahgunakan tersebut harus
mengikuti beberapa prosedur yang memakan waktu lumayan lama.
6. BIAYA MEMBENGKAK
Aktif online di Facebook berarti harus terkoneksi terus dengan internet.
Hal ini tentunya berarti biaya untuk internet juga bertambah besar.
Apalagi kalau memakai koneksi internet yang bukan langganan tetapi
insidental, jika digunakan terus-menerus pastinya biayanya bisa melebihi
biaya langganan. Ini tentunya sudah resiko, jika ingin selalu online
tentunya harus keluar biaya lebih banyak.
II. Kontroversi Haram Facebook
Ketika Facebook makin menjadi suatu hal yang sangat umum di Indonesia,
tiba-tiba muncul kontroversi kalau situs jejaring sosial ini dianggap
haram. Kontroversi itu seakan-akan menambah resiko dari Facebook. Tapi
benarkah Facebook itu haram?
Forum Musyawarah Pondok Pesantren Putri (FMPP) se-Jawa Timur yang
terdiri dari delegasi santri putri, mengharamkan penggunaan Facebook
yang berlebihan (lihat berita lengkapnya di sini). Pertanyaan itu
dikeluarkan pada hari Jumat (22/5) saat berlangsungnya Forum Musyawarah
Pondok Pesantren Putri (FMPP) se-Jawa Timur XI di Pondok Pesantren Putri
Hidayatul Mubtadi-aat Lirboyo, Kota Kediri tersebut, yang diikuti
sekitar 700 santri. Humas FMPP, Nabil Harun, mengatakan berlebihan itu
mengarah pada penggunaan yang menjurus pada perbuatan mesum dan yang
tidak bermanfaat.
Dari pantauannya saat ini, penggunaan situs jejaring tersebut sudah
mengarah pada perilaku mesum. Itu dilihat dari berbagai gambar dan
tulisan yang terpampang. Ia mengaku khawatir, penggunaan jejaring yang
berlebihan justru berdampak negatif, ketimbang positif. Pengharaman ini
juga berlaku ketika menggunakan Facebook untuk mencari jodoh, pacaran
dan mengenal karakter tetapi bukan dalam proses pinangan atau lamaran.
Keputusan itu dikatakan sudah sesuai dengan ketentuan dalam agama, yang
secara tegas sudah menyebutkan hubungan pertemanan spesial tanpa ada
maksud keseriusan diharamkan.
Nabil Harun mengatakan, situs jejaring sosial dan media komunikasi
lainnya diperbolehkan jika membawa manfaat, seperti dagang, lamaran,
jual-beli, maupun dakwah. Namun tampaknya keputusan haram ini tidak
diikuti oleh forum lainnya. PBNU dan MUI tidak ikut-ikutan mengeluarkan
fatwa haram ini pada Facebook.
Wakil Rais Aam Syuriah PBNU KH Tolhah Hasan berharap agar umat Islam
mampu memaknai dan menyikapi kemajuan teknologi seperti Facebook.
Menurut mantan menteri agama itu, Facebook sebagai teknologi merupakan
bagian atau produk dari ilmu pengetahuan yang sifatnya netral. Dia
menambahkan, bukan ilmunya sendiri yang halal atau haram, tetapi
penggunaannya yang bisa menjurus pada sesuatu yang halal atau haram. Hal
senada dikemukakan Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi. Menurutnya, hukum
halal atau haram, baru bisa disematkan kepada perbuatan yang menggunakan
alat tersebut, bukan pada alatnya .
Ketua MUI Kudus KH Syafiq Nashan menyatakan, tidak ada larangan
menggunakanFacebook, karena keberadaan situs persahabatan ini memiliki
banyak manfaat dibanding kerugiannya.
III. Bagaimana Agar Aman Menggunakan Facebook?
Dengan adanya beberapa resiko itu tidak berarti kita harus menempuh
langkah drastis menghapus account kita demi keamanan semua data-data
kita. Masih begitu banyak keuntungan yang dapat kita peroleh dari
Facebook, jadi yang diperlukan di sini adalah kita harus lebih
berhati-hati dalam menggunakannya. Jangan terlalu terbuka di Facebook,
karena hal itu akan dibaca oleh banyak orang.
Ikuti petunjuk berikut ini agar Anda tetap bisa menggunakan Facebook dengan aman:
1. Jangan cantumkan data yang terlalu detail. Memang bukan berarti kita
harus mengisi kolom nama saja, tetapi usahakan mengisi secukupnya.
Usahakan jangan mengisikan nomor telepon, alamat rumah dan alamat
lainnya, kecuali kalau tujuan Anda untuk promosi perusahaan yang
dimasukkan dalam Facebook. Jangan sampai profil Anda terisi begitu
detail sampai ke hal-hal yang pribadi. Ingat Anda bukan sedang membuat
Curriculum Vitae untuk melamar kerja. Semakin lengkap profil Anda,
semakin banyak data yang rawan disalahgunakan.
2. Upload foto-foto yang sewajarnya saja. Dalam arti, jangan memasang
foto-foto yang terlampau pribadi dan hanya cocok Anda tunjukkan ke
orang-orang tertentu saja. Untuk foto semacam ini kirimkan saja langsung
ke teman lewat email. Dengan memasukkannya ke Facebook, berarti foto
itu kemungkinan besar akan bisa tersebar luas, entah disebarkan oleh
teman Anda sendiri atau diambil oleh pihak-pihak lainnya. Sekali foto
yang salah tersebar, akan sangat sulit menariknya dan mengetahui siapa
yang menyebarkannya.
3. Era banyak-banyakan teman seperti saat Friendster baru berkembang
sudah berakhir. Jangan membabi-buta melakukan add friend atau menerima
invite orang yang tidak dikenal. Usahakan hanya melakukannya pada orang
yang sudah menjadi teman dari beberapa teman Anda. Lihatlah jumlah
mutual friends. Semakin banyak jumlahnya berarti semakin banyak teman
Anda yang mengenalnya. Lebih baik lagi hanya menerima friend requests
dari orang yang Anda kenal langsung. Cocokkan dengan search alamat
emailnya. Menambah teman dengan account yang tidak jelas asal usulnya
berpotensi akan mengundang virus, karena ada virus yang langsung
menyerang begitu Anda menerima invite dari account yang mengandung
virus.
4. Selektiflah menerima tag photo. Kalau tidak suka melihat kita di-tag
di suatu foto segera lakukan untag atau meminta yang meng-upload foto
itu untuk menghapusnya.
5. Ubahlah setting default dari Facebook, karena setting awal ini
terlalu terbuka untuk umum. Aturlah privacy dan security-nya agar aman
bagi Anda.
6. Jangan sembarangan memilih Groups dan Pages. Karena yang membuatnya
adalah pihak ketiga, kebenaran penawarannya tidak bisa dijamin. Banyak
Groups dan Pages yang hanya berupa spam.
7. Jangan gunakan password yang terlalu sederhana agar tidak mudah
diterobos pihak yang tidak bertanggung-jawab. Tapi pilihlah yang mudah
diingat oleh Anda agar Anda tidak kesulitan sendiri waktu
menggunakannya.
8. Selektiflah menerima invite install aplikasi. Ingatlah sebagian besar
aplikasi ini bukan dibuat oleh Facebook dan berpotensi mengambil
data-data Anda tanpa izin. Terima aplikasi hanya dari sumber terpercaya.
9. Jangan membuka luas-luas akses pada informasi pribadi Anda, batasi hanya untuk teman-teman Anda
10. Jangan sembarangan melakukan posting komentar. Karena itu semua sangat mungkin dilihat oleh umum.
11. Jika memungkinkan, gunakan tanggal lahir yang palsu. Hal ini
dikarenakan adanya aplikasi-aplikasi yang tanpa sepengetahuan user akan
menunjukkan data-data pribadi Anda ini pada umum.
12. Berhati-hatilah mengisi informasi tentang pekerjaan Anda. Hindari
menuliskan informasi tentang atasan Anda, karena kemungkinan besar
atasan Anda tidak akan suka namanya dicantumkan seperti itu.
13. Jangan sembarangan dalam menuliskan pernyataan dan pandangan yang
bersifat pribadi. Karena itu bisa digunakan oleh pihak-pihak yang tidak
menyukai Anda untuk melawan dan menyerang Anda.
14. Begitu menemukan data Anda diambil dan digunakan oleh pihak lain
tanpa sepengetahuan dan izin Anda, segera laporkan ke pengelola situs
tempat data Anda disalahgunakan. Agar lebih cepat mintalah bantuan teman
yang lebih mengerti untuk menyelesaikan masalah ini.
Saran setting privacy dan security untuk account Anda:
Untuk bagian Privacy Setting ada di menu Settings pada bagian kanan atas halaman Facebook.
1. Privacy Settings-Profile
a. Bagian tab Basic:
Bagian yang perlu diset nilainya menjadi Only Friends: Profile, Basic
Info, Personal Info, Status Updates, Photos Tagged of You, Video’s
Tagged of You, Friends, Wall Posts (membuat teman kita untuk posting di
Wall Anda, hilangkan tandanya jika Anda tidak mau), Education Info dan
Work Info.
b. Bagian tab Contact Information :
Bagian yang perlu diset nilainya menjadi Only Friends: IM Screen Name,
Mobile Phone*, Other Phone*, Current Address*, Website dan Email
Address.
* = demi amannya lebih baik tidak diisi.
2. Privacy Settings-Search
a. Bagian Search Discovery:
Search Visibility tetap diset dengan Everyone, karena kalau tidak diset
untuk semua orang maka teman-teman Anda akan kesulitan menemukan Anda di
Facebook.
b. Bagian Search Result Content:
Lebih baik yang tercentang hanya A link to add me as a friend dan A link
to send me a message. Default-nya Facebook memperbolehkan semua orang
yang mencari Anda bisa melihat semuanya termasuk foto profile dan daftar
teman-teman Anda. Dua bagian ini terutama foto profile rentan
disalahgunakan.
c. Bagian Public Search Listing:
Untuk amannya hilangkan tanda centang di bagian ini. Jika tercentang
berarti profile Facebook Anda bisa dicari oleh semua orang (meski bukan
user Facebook) lewat search engine dan dikumpulkan oleh program
Bot/Robot yang bekerja mengumpulkan data secara otomatis.
3. Privacy Settings–News Feed and Wall
a. Bagian tab Actions within Facebook:
Demi privasi Anda di bagian ini hilangkan tanda centang di pilihan
Change relationship status (di bagian The Highlights section on your
friends' home pages can include your Recent Activity. Allow Highlights
to show my activity when I..) , Remove profile info dan Add a friend
(keduanya ada di bagian Recent Activity will appear on your Wall when
you edit your profile. Also show Recent Activity when I..).
b. Bagian tab Social Ads:
Gantikan pilihan dari Appearance in Social Ads ke No one agar Anda tidak mendapatkan iklan dari Facebook.
4. Privacy Settings-Applications
Masuk ke tab Settings untuk mengaturnya. Pada pilihan yang paling atas
pilihlah Do not share any information about me through the Facebook API.
Hal ini cukup penting karena ketika teman Anda mengizinkan suatu
aplikasi untuk mengakses informasinya, aplikasi itu juga bisa mengakses
informasi dan data Anda. Kalau aplikasi itu tidak aman atau memang
bertujuan jelek maka data Anda kemungkinan bisa disalahgunakan. Pada
bagian Facebook Connect Applications centang pilihan Don't allow friends
to view my memberships on other websites through Facebook Connect, agar
keamanan dari aplikasi lain yang Anda gunakan tetap terjaga. Sedangkan
untuk bagian Beacon Websites, centang pilihan Don't allow Beacon
websites to post stories to my profile, agar Facebook tidak menyebar
post ke dalam Profile Anda.
Setelah mengatur untuk Privacy Settings saatnya Anda melihat lagi isi
dari Profile Anda. Bagian ini dapat ditemukan di menu Profile yang ada
di bagian kiri atas halaman utama Facebook. Kemudian klik tab Info dan
klik lagi di Edit Information. Coba periksa lagi apakah ada data-data
pribadi yang rawan disalahgunakan jika diketahui oleh orang lain. Hal
ini terutama untuk alamat dan nomor telepon.
Sumber : http://www.samsury.id/2013/01/bahaya-facebook-yang-perlu-anda-ketahui.html